RENOVASI LEBIH MURAH. BENARKAH? Print

Seorang klien datang ke kami dengan membawa gambar sebuah rumah tua yang hendak direnovasi. Setelah melihat kondisi rumah tersebut, kami langsung mengusulkan untuk merubuhkan seluruh struktur, dan membangun dari awal.

 

Alasannya sederhana. Kondisi rumah itu sudah terlalu tua dan tidak feasible untuk dirombak. Struktur utama lantai sudah turun separuh, hingga terlihat retak-retak di plat lantai dan pada dinding bagian bawah. Ini menunjukkan bahwa sambungan antara plat lantai dengan pembalokan sudah rentan.

 

Baiklah, mari kitaasumsikan bahwa plat lantai bisa di cor ulang, ditinggikan sebanyak 50senti dengan tulangan yang memadai. Problem di lantai sudah diselesaikan, plus kita mendapatkan lantai kerja yang memadai untuk instalasi MEP kamar mandi dan dapur, tanpa perlu membongkar ulang lantai.

 

Problem berikutnya adalah kondisi struktur bagian atas. Setelah plafon di bongkar, terlihat bahwa hubungan plat lantai atas dengan balok juga sudah tidak baik. Terdapat retakan yang sudah merenggang, dengan kondisi terparah mencapai lebih dari 5 senti. Lebih lagi, pada beberapa bagian rumah, ditemukan kolom dan balok yang dipotong paksa, tanpa mengindahkan kekuatan struktur yang dipikulnya. Bagian inilah yang paling parah, karena plat lantai dua sudah turun dan membawa serta dak beton atap. Dijamin, untuk perbaikannya, akan makan biaya lebih banyak dibanding merubuhkan dan membangun ulang.

 

Karena itu jika anda membeli rumah lama, telitilah kondisi bangunan. Tidak semua hunian sekon bisa direnovasi. Hanya hunian dengan kondisi struktur baik, yang memadai untuk diperbaiki. Jika kondisi rumah tersebut sudah terlalu lemah, merubuhkan dan membangun ulang akan lebih murah dibanding memperbaiki. ***